Lifestyle

XXX Serba-Serbi #ngampus | Jurusan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (KIP)

Written by admin
ilustrasi guru (pixabay)

Ilustrasi guru (pixabay)

Mungkin kebanyakan orang mengira bahwa jurusan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (KIP) hanya berdasarkan mata pelajaran yang ditemui di sekolah, tetapi ternyata jurusan dalam Fakultas KIP tidak hanya sebatas itu. Berikut ini jurusan-jurusan yang bisa kamu temukan di dalam Fakultas KIP, antara lain:

  1. Program Studi Pendidikan MIPA

Banyak yang bertanya apa sih bedanya kuliah di FMIPA dan FKIP Prodi Pendidikan MIPA? Sebenarnya FMIPA dan FKIP Prodi Pendidikan MIPA memiliki perbedaan pada fokus pembelajarannya. Mahasiswa FMIPA lebih dituntut untuk mempelajari suatu bidang ilmu murni secara mendalam, sedangkan untuk FKIP Prodi Pendidikan MIPA mempelajari ilmu murni (tidak sedalam FMIPA) dan seni mengajar (pedagogik). Bahkan menjadi mahasiswa FKIP juga akan terasa seperti mahasiswa psikologi, karena sebagai guru kamu akan diajarkan ilmu terkait psikologi anak. Pengetahuan mengenai psikologi anak ini dapat berguna bagi guru untuk membuat cara belajar yang tepat dan menyenangkan bagi siswanya. Itu sebabnya terkadang guru lulusan FKIP lebih peka terhadap keadaan psikologis anak. Pada umumnya guru lulusan FKIP lebih bisa mengetahui kapan muridnya merasa gugup, takut, atau tidak peduli pada saat belajar. FKIP Prodi Pendidikan MIPA terdiri dari Prodi Matematika, Prodi Biologi, Prodi Kimia, dan Prodi Fisika. Sebagai calon guru di abad 21, mahasiswa FKIP dituntut untuk bisa menjadi guru yang menguasai kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Mahasiswa cetakan FKIP dituntut untuk bisa menjadi guru yang kreatif dan mampu menggunakan media pembelajaran baik yang bersifat konvensional maupun yang berbasis komputer untuk mempermudah kegiatan pembelajaran. Disisi lain, mahasiswa FKIP Prodi MIPA khususnya kimia dan biologi akan sering melakukan percobaan di laboratorium, hal ini akan berguna sebagai pengetahuan dasar untuk membimbing siswa saat mengajar di sekolah. Lulusan dari FKIP Prodi Pendidikan MIPA pada umumnya dipersiapkan untuk menjadi tenaga pengajar di SMP dan SMA.

  1. Program Studi Pendidikan Teknik

Program studi pendidikan teknik merupakan wadah untuk mencetak tenaga pengajar yang memiliki kompetensi pedagogik (memiliki dasar ilmu yang kuat), kepribadian (dapat menjadi panutan), sosial (memiliki kemampuan komunikasi yang baik), dan profesional. Prodi Pendidikan Teknik terdiri dari: Pendidikan Teknik Mesin, Pendidikan Teknik Elektro, Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, dan Teknik Bangungan. Pada umumnya lulusan dari Pendidikan Teknik ini dipersiapkan untuk menjadi tenaga pengajar di Sekolah Teknik Menengah (STM) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Bahkan tidak hanya bisa menjadi guru STM dan SMK, lulusan dari Prodi Pendidikan Teknik Mesin juga dapat menjadi pendidik kejuruan teknik mesin di pusat pelatihan, penata laboratorium sekolah, supervisor di bidang teknik mesin, dan teknisi. Begitu juga dengan lulusan pendidikan teknik lainnya tidak hanya bisa mengabdikan ilmu sebagai guru tetapi juga bisa mengabdikan ilmu di bidang lain. Sebagai mahasiswa prodi teknik kamu akan dituntut untuk menguasai ilmu dan teknologi teknik terkait jurusan yang kamu ambil (ilmu tentang teknologi mesin, elektro, bangunan, atau informatika). Kamu akan sering melakukan kegiatan di laboratorium, workshop, dan di bengkel. Selain mempelajari ilmu dan teknologi teknik, mahasiswa prodi pendidikan teknik juga akan dituntut menjadi guru kreatif yang mampu mengembangkan media pembelajaran berbasis konvensional dan komputer.

  1. Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan

Sama seperti prodi lainnya, lulusan Prodi Penjaskes dituntut untuk memiliki kemampuan pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional. Mahasiswa Prodi Penjaskes dituntut tidak hanya menguasai praktek dari bidang olahraga, tetapi juga harus memiliki dasar ilmu yang kuat mengenai bidang-bidang olahraga. Mahasiswa Prodi Penjaskes tidak boleh hanya mampu bermain bola kaki tetapi juga harus memiliki pengetahuan seputar bola kaki, seperti aturan dalam bermain bola, sejarah bola kaki, dan lain sebagainya. Sebagai calon guru, mahasiswa Prodi Penjaskes tidak hanya bekerja di lapangan tetapi juga harus mampu mengajar di kelas, dan memanfaatkan media pembelajaran untuk membantu kegiatan pembelajaran terutama pembelajaran di kelas.

  1. Program Studi Pendidikan Ilmu Sosial dan Bahasa

Sama seperti FKIP Prodi Pendidikan MIPA, Prodi Pendidikan Ilmu Sosial dan Bahasa juga mempelajari ilmu murni terkait prodi yang dipilih dan juga seni mengajar yang baik. Banyak yang keliru dengan jurusan FKIP, masyarakat seringkali berfikir bahwa prodi Sejarah hanya mempelajari seputar sejarah tetapi kenyataannya tidak seperti itu. FKIP tidak hanya berfokus pada ilmu murni. Prodi Pendidikan Ilmu Sosial meliputi Pendidikan Sejarah, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Geografi, dan Pendidikan Sosiologi. Sedangkan untuk Prodi Pendidikan Bahasa dapat meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Arab, dan masih banyak lagi.

  1. Program Studi Pendidikan Bimbingan Konseling

Pada prodi pendidikan BK secara umum kamu akan belajar tentang ilmu pendidikan, kemudian ilmu psikologi terapan (konseling). Ilmu konseling meliputi teori dan aliran konseling, serta teknik pemahaman individu. Bahkan beberapa Universitas juga memberikan mata kuliah pilihan pada jurusan BK, seperti: Mata kuliah Konseling Jarak Jauh dan Konseling Traumatik di UNS, Konseling Industri, Konseling Pemasyarakatan dan Sosial Kemasyarakatan, Konseling Kesehatan di UHAMKA, Bimbingan Konseling Anak, Konseling Berbasis Gender, Konseling NAPZA, Konseling Krisis di Sekolah, dan Konseling untuk Anak Berbakat di UNJ.

  1. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Guru PAUD (PGPAUD)

Pada umumnya Prodi PGSD dan PGPAUD tidak jauh berbeda dengan Prodi FMIPA ataupun Prodi Ilmu Sosial dan Bahasa. Hanya saja pembelajaran pada PGSD dan PGPAUD terfokus pada seluruh pembelajaran di SD sehingga tidak terfokus pada satu mata pelajaran saja, berbeda dengan FMIPA yang cenderung terfokus hanya pada satu mata pelajaran. Selain dipersiapkan untuk memiliki kemampuan akademis yang kuat, mahasiswa lulusan PGSD dan PGPAUD juga dituntut untuk bisa memahami karakter siswa dan membantu siswa untuk mengembangan kepribadiannya. Pengetahuan tersebut penting dikarenakan ilmu yang dimiliki siswa saat SD merupakan dasar atau fondasi untuk menerima ilmu di jenjang pendidikan berikutnya. Jadi, semakin kuat fondasi yang dimiliki seorang siswa akan semakin mudah bagi siswa untuk menerima pendidikan di jenjang berikutnya.

  1. Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Terlihat dari namanya, lulusan PLS tidak dipersiapkan untuk menjadi pengajar di sekolah melainkan untuk menjadi pengelola, pendidik, pengkaji dan pengembang PAUD dan Pendidikan Nonformal. Menjadi penyuluh kependudukan dan KB, pekerja sosial dan fasilitator pemberdayaan masyarakat juga dapat menjadi alternatif para lulusannya. Mahasiswa lulusan PLS dituntut untuk mampu menerapkan iptek dalam mengelola program Pendidikan Non Formal (PNF) maupun menjadi pendidik dan pengembang PNF. Selain itu mahasiswa PLS juga dapat membantu kegiatan pengembangan masyarakat, melayani, membimbing, mendampingi, dan memberikan penyuluhan pada intansi pemerintah di lembaga ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

Sesuai dengan kebijakan universitas masing-masing, mungkin masih ada lagi program studi lain di FKIP selain dari 7 prodi yang dijelaskan di atas. Ada banyak sekali universitas di Indonesia yang memiliki Fakultas KIP dan mencetak tenaga pendidik yang memiliki kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) adalah salah satu contoh Universitas yang bisa kamu jadikan rujukan untuk mengetahui lebih banyak hal tentang FKIP. (IL/KR)

Leave a Comment